Meski telah lebih dari tiga abad
iman Kristen diperkenalkan dan ditabur di bumi Nusantara, proses
kontekstualisasi tak selamanya mudah dan mulus. Bahkan, tak jarang sentimen
yang mengaitkan keyakinan Kristen dengan budaya Barat, mentalitas penjajah, dan
superioritas kerap terdengar. Alih-alih sebagai oase yang menyejukkan, Gereja
kadang dianggap sebagai ancaman. Tanpa berpretensi menuntaskan, pergumulan
identitas Gereja Katolik Indonesia patut direfleksikan.
Rabu, 08 April 2015
Ribuan umat Katolik mulai memadati Gereja Katedral, Jakarta
Pusat, untuk misa misa. Lantaran umat sangat banyak, upacara misa di gereja
digelar beberapa kali hingga malam nanti. Sore ini adalah misa pertama. Umat
yang mengikuti misa pertama itu terlihat terus berdatangan, memenuhi gereja dan
kursi-kursi yang disediakan di luar.
Dari pantuan VIVAnews, tempat duduk di dalam gereja dengan kapasitas 900 tempat duduk sudah terlihat penuh. Umat harus mengisi tempat duduk di tenda yang telah disediakan panitia. Letaknya di samping dan depan gereja.
Koordinator Humas Panitia Natal 2012, Susyana Suwadie, menjelaskan bahwa khusus untuk misa malam ini, panitia menyiapkan 3.700 kursi untuk umat yang datang.
"Kapasitas di dalam gereja 900 orang, sedang di luar gereja kami menyiapkan 2.800 kursi tambahan," katanya kepada VIVAnews, Senin, 24 Desember 2012.
Dengan 3700 kursi yang disediakan panitia, Susyana memprediksi masih akan ada jemaat yang akan berdiri. Setiap tahun, jemaat yang menghadiri misa Natal di Gereja Katedral mencapai 5.000 orang.
Misa natal hari ini akan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama akan dimulai sejak pada pukul 17.00 WIB, sesi kedua 19.30 WIB dan sesi terakhir akan dimulai pada pukul 22.00 WIB.
Selain misa malam Natal, panitia juga akan menyelenggarakan misa Natal pada Selasa, 25 Desember 2012 besok. "Untuk anak-anak kami menyelenggarakan misa khusus pada hari Minggu," katanya.
Dari pantuan VIVAnews, tempat duduk di dalam gereja dengan kapasitas 900 tempat duduk sudah terlihat penuh. Umat harus mengisi tempat duduk di tenda yang telah disediakan panitia. Letaknya di samping dan depan gereja.
Koordinator Humas Panitia Natal 2012, Susyana Suwadie, menjelaskan bahwa khusus untuk misa malam ini, panitia menyiapkan 3.700 kursi untuk umat yang datang.
"Kapasitas di dalam gereja 900 orang, sedang di luar gereja kami menyiapkan 2.800 kursi tambahan," katanya kepada VIVAnews, Senin, 24 Desember 2012.
Dengan 3700 kursi yang disediakan panitia, Susyana memprediksi masih akan ada jemaat yang akan berdiri. Setiap tahun, jemaat yang menghadiri misa Natal di Gereja Katedral mencapai 5.000 orang.
Misa natal hari ini akan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama akan dimulai sejak pada pukul 17.00 WIB, sesi kedua 19.30 WIB dan sesi terakhir akan dimulai pada pukul 22.00 WIB.
Selain misa malam Natal, panitia juga akan menyelenggarakan misa Natal pada Selasa, 25 Desember 2012 besok. "Untuk anak-anak kami menyelenggarakan misa khusus pada hari Minggu," katanya.
Cara membuat Tart Cokelat Buah
Segar, resep kue :
- Panaskan oven 190 derajat Celsius.
- Cake, kocok telur dan gula pasir sampai mengembang. Masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
- Tambahkan margarin leleh dan kulit jeruk sambil diaduk perlahan.
- Tuang adonan ke dalam loyang bentuk hati diameter 20 cm, tinggi 4 cm yang dioles margarin dan dialasi kertas roti. Oven 35 menit dengan suhu 190 derajat celcius.
- Filling, lelehkan white cooking chocolate dan selai stroberi bersamaan. Aduk sampai cokelat larut.
- Setelah kue matang dan dingin, potong kue horisontal menjadi 2 bagian adonan. Oleskan salah satu permukaan kue dengan filling. Tutup dengan kue yang lain.
- Topping, panaskan susu cair dan dark cooking chocolate, aduk rata.
- Siram ke atas permukaan kue. Hias sesuai selera.
Untuk 20 potong
Bahan-bahan dan bumbu-bumbu dalam resep kue Tart Cokelat Buah Segar diatas adalah sebagai berikut :
Bahan Cake:
6 butir telur
175 gram gula pasir
150 gram tepung terigu protein sedang
30 gram coklat bubuk
1/4 sendok teh baking powder
100 gram margarin, dilelehkan bersama 1 sendok teh coklat pasta
1 sendok teh kulit jeruk
Bahan Topping:
200 gram dark cooking chocolate
100 ml susu cair
Bahan Filling:
100 gram white cooking chocolate
50 gram selai stroberi
Bahan Olesan (aduk Rata) :
1 sendok makan gula pasir
1 sendok makan air panas
1 sendok makan rum
Jangan campur selai setelah cokelat
putih leleh. Campur selai bersama potongan cokelat putih lalu celupkan wadah
berisi selai dan cokelat itu ke dalam air yang baru mendidih (api mati).
Adonan filling itu sebaiknya dibuat begitu kue siap diisi supaya adonan tidak keburu membeku.
Saat menyirap cokelat, tidak perlu dibantu spatula. Cukup goyang-goyangkan kue agar cokelat mengalir rata menyelimuti kue.
Adonan filling itu sebaiknya dibuat begitu kue siap diisi supaya adonan tidak keburu membeku.
Saat menyirap cokelat, tidak perlu dibantu spatula. Cukup goyang-goyangkan kue agar cokelat mengalir rata menyelimuti kue.
Jenis : Perhiasan
Nama : CINCIN DENGAN BATU KECUBUNG
Era : Perkiraan abad ke-14, Kerajaan Majapahit
Asal : Jawa Timur
Material : Emas dan Batu Mulia
Koleksi :
Kolektor Pribadi – Japan
Janganlah ditangisi bila artefak sejarah kita dimiliki Kolektor dan Museum ASING, mungkin itu dijarah saat masa penjajahan atau dijual orang kita sendiri atau bahkan anak keturunan yang sedang membutuhkan uang.
“AMATI DENGAN SEKSAMA, TANGKAP AURA-NYA. DAN CIPTAKAN YANG LEBIH INDAH DARI ITU. MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJARAH BAKAT DAN KELUHURAN YANG DIWARISKAN LELUHUR KITA”.
Langganan:
Komentar (Atom)
